Rabu, 15 Maret 2017

Diposting oleh Unknown di 06.49 0 komentar



CARA MENENTUKAN
PRIORITAS MASALAH
(TEKNIK NON SKORING)

Dalam pelaksanaan kegiatan organisasi kita tidak terlepas dari pentingnya sebuah perencanaan. Salah satu aspek perncanaan sebagai langkah yang pertama adalah menentukan prioritas masalah (problem priority). Kita sering sudah dapat menjaring beberapa data yang merupakan temuan permasalahan yang dihadapi di lapangan, tetapi kita terbentur pada masalah keterbatasan ketersediaan sumber daya, keterbatasan, biaya, dan keterbatasan waktu. Sehingga kita perlu berpikir menentukan masalah mana yang akan kita selesaikan terlebih dahulu. Ada beberapa cara dalam menentukan prioritas masalah, secara garis besar dibagi 2 yaitu Teknik Non Skoring dan Teknik Skoring.
Teknik Non Skoring yaitu teknik yang digunakan apabila dalam penggalian data kita tidak tersedia data kuantitatif (data berbentuk angka) yang lengkap dan cukup atau dengan kata lain data yang tersedia adalah data kualitatif (data yang berasal dari jajak pendapat peserta). Teknik Non Skoring terbagi dua, yaitu :
1.      Teknik Delphi
  1. Pengertian Teknik Delphi
Teknik Delphi adalah cara mendapatkan informasi, membuat keputusan, menentukan indikator, parameter dan lain-lain yang reliabel dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang ahli di bidangnya, yaitu dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh ekpertis atau praktisi yang kompeten di bidang yang akan diteliti, kemudian hasil kuesioner ini direview oleh pihak fasilitator atau peneliti untuk dibuat summary, dikelompok-kelompokkan, diklasifikasikan dan kemudian dikembalikan pada ekspertis dan praktisi yang sama untuk direview, direvisi dan begitu seterusnya dalam beberapa tahap yang berulang.
Jadi dapat disimpulkan Delphin Technique yaitu penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah pokok, masalah yang paling banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari.

  1. Sejarah Metode Delphi
Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan asosiasinya di Rand Corporation, California pada tahun 1960-an. Metode Delphi merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks.

  1. Pendekatan Dalam Metode Delphi
Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda yaitu : Pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Sebuah grup kerja yang terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, evaluasi pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Grup staf dipimpin oleh kordinator yang harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta mengenal problem area. Tugas staf kordinator adalah mengontrol staf dalam pengetikan. Mailing kuesioner, membagi dan proses hasil serta pernjadwalan pertemuan. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner.


  1. Langkah- Langkah Metode Delphi 
Langkah-langkah yang dilakukan dalam teknik ini adalah (Dermawan, 2004):
1.      Para pembuat keputusan melalui proses Delphi dengan identifikasi isu dan masalah pokok yang hendak diselesaikan.
2.      Kemudian kuesioner dibuat dan para peserta teknik Delphi, para ahli, mulai dipilih.
3.      Kuesioner yang telah dibuat dikirim kepada para ahli, baik didalam maupun luar organisasi, yang di anggap mengetahui dan menguasai dengan baik permasalahan yang dihadapi.
4.      Para ahli diminta untuk mengisi kuesioner yang dikirim, menghasilkan ide dan alternatif solusi penyelesaian masalah, serta mengirimkan kembali kuesioner kepada pemimpin kelompok, para pembuat keputusan akhir.
5.      Sebuah tim khusus dibentuk merangkum seluruh respon yang muncul dan mengirimkan kembali hasil rangkuman kepada partisipasi teknik ini.
6.      Pada tahap ini, partisipan diminta untuk  menelaah ulang hasil rangkuman, menetapkan skala prioritas atau memperingkat alternatif solusi yang dianggap terbaik dan mengembalikan seluruh hasil rangkuman beserta masukan terakhir dalam periode waktu tertentu.
7.      Proses ini kembali diulang sampai para pembuat keputusan telah mendapatkan informasi yang dibutuhkan guna mencapai kesepakatan untuk menentukan satu alternatif solusi atau tindakan terbaik.
Sedangkan menurut Mansoer (1989:72) Ciri khas langkah-langkah proses teknik Delphi adalah sebagai berikut:
1.      Masalah diidentifikasikan dan melalui seperangkat pertanyaan yang disusun cermat anggota kelompok diminta menyampaikan kesimpulan-kesimpulannya yang potensial.
2.      Kuesioner pertama diisi oleh anggota secara terpisah dan bebas tanpa mencantumkan nama.
3.      Hasil kuesioner pertama dihimpun, dicatat dan diperbanyak dipusat (sekretariat kelompok).
4.      Setiap anggota dikirimi tembusan hasil rekaman.
5.      Setelah meninjau hasil, para anggota ditanyai lagi tentang kesimpulan-kesimpulan mereka. Hasil yang baru biasanya menggugah para anggota untuk memberi kesimpulan baru, malah ada kalanya mereka mengubah sama sekali kesimpulan pertama mereka
6.      Langkah ke-4 dan ke-5 ini diulangi sesering ia diperlukan,sampai tercapai satu konsensus.
Langkah-langkah secara umum metode Delphi dalam 9 langkah mudah :
a.       Tentukan periode waktu 
b.      Tentukan jumlah putaran pengambilan pendapat
c.       Tentukan apa saja yang akan didefineTentukan ahlinya 
d.      Tentukan input apa yang akan diharapkan dari mereka
e.       Review literatur oleh para ahli tersebut (kriteria dan tujuan)
f.       Pelaksanaan sesi diskusi dan feedback iteratif bersama ekspertis
g.      Perumusan hasil dari sesi diskusi dengan pengelompokan, pengkategorian, ataupun pemeringkatan
h.      Menyepakati hasil diskusi dan feedback


  1. Kelebihan Metode Delphi
1.      Hasil berdasarkan dari para ahli.
2.      Anonimitas dan isolasi memungkinkan kebebasan yang maksimal dari aspek-aspek negative dari interaksi sosial.
3.      Opini yang diungkapkan para ahli luas, karena dari pendapat masing-masing ahli.


  1. Kekurangan Metode Delphi
1.      Biaya yang besar untuk mengundang para ahli.
2.      Hasil berdasarkan anggapan-anggapan (asumsi).
3.      Tidak semua hasil berjalan sesuai prediksi.
4.      Memakan waktu yang lama.
Dengan metode seperti ini, partisipan yang meliputi ekspertis dan praktisi dapat memberikan pendapat dan opini dengan bebas dan objektif, tanpa takut disalahkan, bahkan dapat merevisi pendapat mereka yang sebelumnya. Sehingga hasil diskusi yang diperoleh dapat bersifat sereliabel mungkin.

  1. Contoh Menentukan Prioritas Masalah dengan Teknik Delphi
Nama Metode Delphi memang sophisticated (udah bayangin bahasa pemrograman aja), tapi sebenernya ide metode ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Yang berbeda, mungkin media yang digunakan. Pengambilan input, review, diskusi dan sebagainya dapat dilakukan dengan pertemuan tatap muka, via telepon, e-mail, sampai dengan e-meeting.
Metode ini dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya untuk masalah yang sedang dibicarakan dengan langkah-langlah:
1)      Tentukan kriteria yang akan digunakan untuk menilai permasalahan,  contohnya:
a)      Luasnya masalah
b)      Kegawatan masalah
c)      Besarnya masalah
d)     Kecendrungan meningkat
2)      Menentukan bobot masing-masing kriteria, contoh:
a)      Luasnya masalah (A) bobot 6
b)      Kegawatan masalah (B) bobot 9
c)      Besarnya masalah (C) bobot 8
d)     Kecendrungan meningkat (D) bobot 5
3)      Menentukan skala nilai untuk kriteria, misalnya 1-10
4)      Menentukan prioritas masalah
Kriteria Masalah
A
Bobot 6
B
Bobot 9
C
Bobot 8
D
Bobot 5
Jumlah
Prioritas
PUS tidak menjadi aksepto
3x6
2x9
3x8
4x5
80
III
Ibu hamil kurang gizi
6x6
3x9
4x8
9x5
140
I
Balita tidak ditimbang
4x6
5x9
2x9
5x5
110
II

2.      Teknik Delbecq
  1. Pengertian Teknik Delbecq
Menetapkan   prioritas   masalah   menggunakan   teknik   ini   adalah  melalui diskusi kelompok namun peserta diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya maka sebelumnya dijelaskan dahulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama terhadap masalah-masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang disepakati bersama.
  1. Langkah – Langkah Teknik Delbecq
1)      Peringkat masalah ditentukan oleh sekelompok orang yang berjumlah antara 6 sampai 8 orang atau lebih;
2)      Mula-mula dituliskan pada  white board  masalah apa yang akan ditentukan peringkat prioritasnya;
3)      Kemudian masing-masing orang tersebut menuliskan peringkat atau urutan prioritas untuk setiap masalah yang akan ditentukan prioritasnya,
4)      Penulisan tersebut dilakukan secara tertutup;
5)      Kemudian   kertas   dari   masing-masing   orang   dikumpulkan   dan   hasilnya dituliskan di belakang setiap masalah;
6)      Nilai peringkat untuk setiap masalah dijumlahkan, jumlah paling besar berarti mendapat peringkat tinggi (prioritas tinggi).
  1. Kelebihan Teknik Delbecq
Keuntungan menggunakan metode Delbecq :
1)      Banyak ide yang dihasilkan. Setiap peserta yang mengikuti diberi kesempatan untuk menuliskan idenya dalam kertas. Hal itu membuat ide yang dihasilkan akan semakin banyak daripada peserta mengemukakan secara langsung.
2)      Berguna untuk mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi solusi dan menetapkan prioritas. 5 rangkaian metode ini bermanfaat untuk mengidentifikasi semua masalah yang ada. Setiap peserta akan menyampaikan setiap masalah yang mereka hadapi dalam secarik kertas. Berdasdarkan hasil tersebut dapat dilakukan identifikasi masalah yang ada. Selanjutnya peserta dapat diintruksikan untuk menulis solusi yang mungkin dapat dilakukan untuk masalah yang ada sesuai dengan pendapatnya sendiri. Lau menetapkan suatu prioritas melalui kesepakatan bersama. Prioritas yang dihasilkan akan dapat mencerminkan apa yang benar terjadi dalam masyarakat.
3)      Mendorong semua orang untuk berkontribusi dan mencegah orang dari mendominasi diskusi. Setiap peserta diberikan porsi yang sama, sehingga tidak ada pihak ynag mendominasi dalam kegiatan ini.
4)      Menganggap setiap peserta adalah sama.
5)      Melibatkan setiap anggota kelompok dalam proses pengambilan keputusan.
6)      Setiap orang yang berbeda menunjukkan berbagai perspektif dan prioritas yang berbeda. Setiap peserta yang terlibat mempunyai latar belakang yang berbeda beda, baik dari segi pendidikan, ekonomi maupun sosial dan budaya. Perbedaan latar belakang membuat pola pikir dan presepsi setiap orang berbeda. Hal inilah yang akan dapat memperkaya maslah yang muncul maupun solusi yang ditawarkan.
7)      Melibatkan setiap peserta untuk menulis setiap gagasan yang mereka miliki.
8)      Membutuhkan hanya satu fasilitator terampil. Dalam metode ini hanya membutuhkan satu orang yang memipin diskusi sekaligus memberikan instruksi. Fasilitator bertanggungjawab atas keberlangsungan kegiatan.

  1. Kelemahan Teknik Delbecq
1)      Mengasumsikan setiap peserta bisa membaca dan menulis
Asumsi setiap peserta bisa membaca dan menulis bukanlah suatu keputusan yang tepat. Setiap orang mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda, apalagi jika Delbecq dilakukan di masyarakat desa.
2)      Anggota kelompok harus membuat diri mereka tersedia untuk waktu yang diperlukan. Delbecq dengan mekanisme yang sudah ditentukan membutuhkan waktu yang relatif lama.
3)      Ide-ide dapat sakit informasi atau tidak praktis Setiap peserta harus mempunyai ide yang realistis dengan kondisi disekitar mereka. Terkadang muncul berbagai ide yang bagus tapi tidak realistis untuk diterapkan dilingkungan mereka.
4)      Tidak semua peserta akan menerima apa yang menjadi kesepakatan dalam metode Delbecq.
  1. Contoh Menentukan Prioritas Masalah dengan Metode Delbecq
1)      Identifikasi masalah yang ada (misalnya ada 3 masalah)
2)      Bagi peserta menjadi beberapa kelompok (4-5 orang). Setiap kelompok berdiskusi untuk memberikan skor pada tiap masalah dengan skor tertinggi 10 dan terendah 1. Pemberian skor tinggi atau rendah tentunya mengacu pada kriteria seperti: perhatian masyarakat, prevalensi kejadian, berat ringannya masalah, kemungkinan masalah untuk diatasi, ketersediaan sumber daya masyarakat, dan lain-lain.
Contoh pemberian skor:
Kelompok 1
No
Masalah
Skor
1
Risiko terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi pada balita
5
2
Risiko timbulnya penyakit menular
6
3
Tingginya angka kejadian neonatal
8

Kumpulkan hasil penentuan skor tersebut, masukkan dalam tabel perhitungan sebagai berikut :
Hasil Penentuan Prioritas Masalah
Masalah
Kelompok
Jumlah Skor
Prioritas Masalah
1
2
3
4
5
Risiko terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi pada balita
5
5
8
7
8
33
II
Risiko timbulnya penyakit menular
6
4
7
6
5
28
III
Risiko terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi pada balita
8
6
10
8
7
39
I

Setelah diketahui urutan prioritas masalah maka pemecahan masalahnya mengikuti urutan tersebut.

Rabu, 25 Februari 2015

Diposting oleh Unknown di 04.52 0 komentar
Hari ini seperti biasanya saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, yaitu membuat kreasi dari kain flanel. Tetapi hari - hari ini saya merasa lelah, dan butuh sedikit refreshing. Jadi, kembali deh mengisi blog yang sama sekali tidak terawat dengan baik. Kali ini saya memposting hasil karya yang pernah saya buat, tentu saja kreasi dari bahan kain flanel ... Hihihi :) 


1.Karya Pertama Boneka Miniatur Artis K-Pop Choi Minho
   Kenapa karya pertama yang saya buat boneka miniaturnya, sebab saya paling  ngefans  sama Minho    oppa, I love you oppa :). Boneka ini saya tiru dari photo Minho oppa saat main di drama korea yang    berjudul Medical Top Team





walau banyak terdapat kekurangan, setidaknya ini karya pertamaku membuat boneka miniatur. Dulu ingat banget waktu SMA , dagang gantungan kunci handmade sendiri. Banyak nawarin , sampai - sampai jariku ini serasa patah. Untung ada empat sahabat yang membantuku, walau digaji dengan uang dua puluh ribu, tapi mereka bersyukur banget. So big thanks for my friends Dina, Nani, Uga and Sita. I love You All ^_^

2. Karya kedua boneka miniatur CNU B1A4


4. Kalo karya ketiga ini pesanan dari my sister






4. Nah, karya keempat ini pesanan dari Ela teman dibangku kuliah. Harganya aku kasih paling murahlah dua puluh ribu sepasang. Walau sebenarnya tidak sebanding dengan rasa capek yang ku rasa, but I'm happy can do it.


5. Karya kelima ini, gantungan kunci pesanan teman Ela, terima kasih juga sudah pesan


Senin, 02 Februari 2015

Lirik lagu ANIMA (Bintang)

Diposting oleh Unknown di 06.55 0 komentar
Bintang itu salah satu anugerah terindah yang Tuhan tunjukkan untuk kita, dan kau seperti bintang itu. Karena kau adalah salah satu dari jutaan manusia di muka bumi ini yang Tuhan perkenankan untuk aku kenal, walau tidak untuk aku miliki... Ya kau seperti bintang yang bercahaya, dan menerangi hatiku. Jika Tuhan memberi berjuta bintang di langit, maka aku akan menunjuk kau sebagai bintangku, bintang dihatiku. Hahaha, astaga entah apa yang saya rasa sekarang, tapi sepertinya tulisanku agak sedikit ngawur...Abaikan saja -_- Baiklah kali ini saya akan memposting lirik lagu anima yang berjudul bintang, semoga lagu ini bisa mengispirasi hati kita, hati bagi orang - orang yang sedang merindukan seseorang yang ia cintai :) Happy reading
Kan ku abaikan
sgala hastratku
agar kamu tenang dengan nya
ku pertaruhkan
semua ragaku
demi dirimu bintang
biarkan ku menggapaimu
memelukmu
memanjakanmu
tidurlah kau di pelukku
di pelukku
di pelukku
biar ku tunda
segala hasratku
tuk miliki dirimu
karna semua
tlah tersiratkan
dirimu kan milikku

Cinta :)

Diposting oleh Unknown di 03.50 0 komentar
Cinta...

Cinta adalah kata yang tidak asing lagi kita dengar. Kata cinta mungkin sering kita jumpai pada seorang kekasih yang sedang merajut jalinan asmara, kata cinta sering kita dengar saat ia mengungkapkan perasaannya yang terdalam kepada orang yang ia kasih. Kata cinta sering kita dengar dari orang tua kepada anaknya, dan kata cinta sering kita dengar pada seseorang yang sedang patah hati karena hasrat yang tidak tersampaikan. Tapi, adakah yang tahu cinta itu sejenis apa, makanankah, tumbuhankah atau hewan?  Cinta tak berwujud seperti benda yang jelas kita lihat, tapi cinta bisa kita dengar, bisa kita rasa dan bisa kita lihat dengan wujud sikap, perhatian, kasih sayang, dan kehidupan yang lebih bermakna. Kita tahu bahwa cinta banyak bentuknya, cinta kepada sang Pencipta, cinta kepada orang tua, cinta kepada saudara, cinta kepada sahabat, atau cinta kepada orang terkasih.  Banyak orang di dunia ini yang merasakan cinta namun tak pernah bersyukur kepada Sang Pemberi Anugrah, cinta bisa kita rasakan karena sudah menjadi takdir untuk kita dari-Nya. Yaaa, takdir. Banyak orang yang mungkin terjurumus dengan kata cinta dan mengsalah artikan dengan kata nafsu. Nafsu yang membuatnya ingin memiliki seseorang yang bukan miliknya. Kita tahu bahwa pemilik sejati kita adalah Sang Pencipta diatas, Dia yang menciptakan kita, dan kepada Dialah tempat kita kembali.  Dan mungkin kita pernah mendengar atau membaca mengenani kata “KAGUM”, “SAYANG” ataupun “SUKA”?, dan kita sering bertanya apa bedanya keempat kata tersebut? Saya juga pernah berpikir seperti itu, berpikir bagaimana membedakannya, agar kita tidak mensalah artikannya. Semua itu juga merupakan anugerah dari Sang Pencipta, anugerah yang takkan pernah habisnya. Maka dari itu, kita harus menjaga perasaan, agar tidak terjurumus ke arah yang salah.

Cinta. Mungkin pengertian cinta masing – masing orang berbeda-beda, karena kita tahu pikiran, hati, karakter, dan perasaan orang pun berbeda-beda pula. Namun, perbedaan itu yang akan menyatukan. Mengenai cinta, saya lebih tertarik dengan kalimat-kalimat yang diceritakan pada film “Rectoverso”, film yang ditulis oleh “Dewi Lestari”. Film tentang cinta yang tak terucap. Kenapa saya menyukai kutipan di film tersebut, karena saya pernah merasakannya. Saya sebagai wanita selalu mempertahankan kodratku, bahwa saya sebagai wanita harus menunggu cinta datang. Namun terkadang ketika cinta datang menyapa, ia pergi sebelum saya membuka hati. Saya tidak tahu apa lelaki itu sungguh-sungguh menyayangi saya atau hanya ingin memberi harapan, harapan palsu. Yang jelas saya tahu, bahwa dia bukanlah laki-laki yang ditakdirkan Tuhan untuk saya. Sampai sekarang pun saya selalu menunggu dan menunggu, sambil mempersiapkan diri menjadi sosok wanita yang baik, wanita yang semestinya. Saya sering mendengar orang-orang berkata bahwa sekarang waktunya emansipasi wanita, yaa wanita pun juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh pria. Tapi untuk cinta, saya menyerah. Bukan menyerah seperti berputus asa. Tapi menyerah, ya menyerahkan semuanya kembali kepada Sang Pencipta. Mungkin orang akan berkata kepada saya, kenapa engkau tidak memulainya duluan? Bagaimana bisa cinta itu datang kalau kita tidak berusaha untuk mencarinya.  Saya pernah juga membaca kutipan film dari Bang Raditya Dika, yang mengatakan “KATA KODE TAKKAN BERHASIL TANPA ADANYA KATA PEKA”. Jadi menurut saya apakah pantas bagi kita seorang wanita, memberi kode atau sinyal-sinyal cinta kepada sang pria? Tidakkah nantinya kita akan disangka sebagai wanita yang mengejar hasrat? Dan saya juga pernah mendengar, seseorang yang mencintai orang yang ia kasih, akan melakukan apapun untuk meraih dan mempertahankan cintanya. Lalu bagaimana jika takdir Tuhan berkata lain? Kita tidak disatukan dengan orang yang kita kasihi? Tidakkah semua perjuangan tentang cinta juga sia-sia.
Haaaa,,,, saya menghela napas panjang, jari saya tak kuasa jika terus harus menuliskan cerita tentang kata yang satu ini. Karena kata “CINTA” takkan pernah habisnya. So, bagaimana dengan kalian? Cinta seperti apa yang kalian rasakan?


Cerita ini hanyalah tulisan iseng saya, jika ada yang berbeda pandangan mohon dimengerti. Karena pemikiran dan pandangan orang-orang pun berbeda-beda. Semoga cinta selalu menyertai kita J
 

Semua Akan Indah Pada Waktu-Nya ^_^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea