About me :)
About this blog
Blog ini memberi informasi ataupun berita mengenai pendidikan, hiburan, tips, cerita ataupun curahan hati saya
Blog List
Minggu, 01 Februari 2015
Materi Bahasa Indonesia (Paragraf,Kutipan,Catatan Kaki,dan Daftar Pustaka)
Assalamualaikum, postingan kali ini berisi tentang materi Bahasa Indonesia. Materi ini merupakan tugas resume saya sebagai materi final di kampus, semoga materi ini juga bermanfaat buat orang lain, happy reading :)
BAHASA INDONESIA
![]() |
Resume Makalah ke 7 (Paragraf)
dan Makalah ke 8 (Kutipan, Catatan
Kaki, dan Kutipan)
Oleh :
NAMA
:
ANDI AYU HAPSARI
KELAS : KESMAS A
NIM : 70200113017
NIM : 70200113017
JURUSAN KESEHATAN
MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2015/2016
1. Paragraf
A. Pengertian
Secara umum, paragraf adalah
suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara
penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama
lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama
masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi.
B. Struktur Paragraf
Berdasarkan fungsinya, kalimat yang
membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam yaitu
kalimat topik atau kalimat pokok, dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung.
Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama paragraf. Ada
pun kalimat penjelas atau kalimat pendukung sesuai dengan namanya adalah kalimat
yang berfungsi menjelaskan atau mendukung ide utama paragraph (Finoza,
2005:167).
C. Syarat – Syarat Paragraf
Adapun
syarat-syarat dalam penulisan
kalimat yaitu :
1. Kesatuan
2. Kelengkapan
3. Kepaduan
4. Panjang Paragraf
5. Pola Susunan Paragraf
D. Jenis – Jenis Paragraf
Adapun jenis-jenis paragraf dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Jenis Paragraf berdasarkan letak kalimat
utamanya
Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf
dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu :
a. Paragraf Deduktif (umum)
b. Paragraf Induktif (khusus)
c. Paragraf campuran
2. Jenis paragraf berdasarkan posisi dan
fungsinya dalam karangan dibagi atas
a. Paragraf pembuka
b. Paragraf penghubung atau pengembang
c. Paragraf penutup
3. Jenis Paragraf Menurut Sifat Isinya
a. Paragraf deskripsi
b. Paragraf ekspositoris/eksposisi
c. Paragraf argumentasi
d. Paragraf naratif
e. Paragraf persuasif/persuasi
E. Kegunaan Paragraf
Adapun kegunaan paragraf yaitu sebagai berikut
:
1.
Penampungan
gagasan pokok keseluruhan paragraph.
2.
Alat untuk
memudahkan pembaca memahami jalan pikirannya.
3.
Penanda bahwa
pikiran baru dimulai
4.
Alat bagi
pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran penulisnya.
5.
Dalam rangka
keseluruhan karangan, paragraf dapat berguna bagi pengantar transisi dan
penutup.
2. Kutipan,
Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka
A. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua
orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide,
pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu
disebut mengutip. Kutipan ini
biasa digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai suatu kata atau kalimat
yang berasal dari sumber tertentu. Penggunaan kutipan biasanya diikuti dengan
tanda kutip dua (“ “).
a. Prinsip – Prinsip dalam Mengutip
-
Apabila dalam
mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan
kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita
ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata
ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
-
Dalam kutipan
kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa
penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang
terkandung dalam sumber kutipan kita.
b. Jenis – Jenis Kutipan
-
Kutipan
Langsung adalah kutipan yang sama persis
seperti kutipan aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip.
-
Kutipan Tidak
Langsung adalah kutipan yang telah kita
ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis
menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.
c. Tekhnik Mengutip
Beberapa cara teknik mengutip kutipan langsung
dan tidak langsung diantaranya sebagai berikut:
-
Kutipan
langsung
1) Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat
baris :
· kutipan diintegrasikan dengan teks
· jarak antar baris kutipan dua spasi
· kutipan diapit dengan tanda kutip
· sudah
kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis
sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama
keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
2) Kutipan Langsung yang terdiri lebih dari 4
baris :
·
kutipan
dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
·
jarak antar
kutipan satu spasi
·
kutipan
dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila
kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi
5-7 ketukan.
·
kutipan diapit
oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
·
di belakang
kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)
-
Kutipan Tidak Langsung
1) kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan
d. Contoh Kutipan
Kutipan yang diambil dari Bab “Learn From The Best”,
halaman 29 :
“Seorang pemimpin harus memiliki perecanaan yang baik
pula agar kita tahu arah tujuan tim. Rencana juga menjadi semacam peta jika
tiba-tiba kita kehilangan arah.”
B. Pengertian Catatan Kaki
Catatan kaki,
atau dikenal dengan istilah footnote adalah keterangan tambahan yang terletak
di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis
sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).
1. Cara Penulisan
a. Catatan kaki
diketik berspasi satu.
b. Diberi nomor.
c. Nomor catatan
kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
d. Jika catatan
kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti
margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
2. Tujuan Catatan Kaki (footnote)
a. Catatan kaki
dicantumkan untuk memenuhi kode etik yang berlaku.
b. Dapat juga
sebagai penghargaan terhadap orang lain yang mungkin berjasda dalam penulisan
tersebut.
c. Dipergunakan
untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan yang dipergunakan dalam teks.
C. Daftar Pustaka
1. Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi
daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun
karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku,
artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian
dengan sebuah karangan (contohnya: thesis).
a. Unsur-unsur Daftar Pustaka
Unsur-unsur yang
harus kita perhatikan dalam menulis daftar pustaka diantaranya: nama pengarang,
penerjemah, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Selain itu ada
pula unsur-unsur yang bisa ada namun tak selalu ada, misalnya: nama editor atau
penyunting, jilid buku, edisi buku, dan anak judul.
b. Jenis-jenis Daftar Pustaka
1) Kelompok Textbook
-
Penulis perorangan
-
Kumpulan karangan beberapa penulis dengan
editor
-
Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga
-
Buku terjemahan
2) Kelompok Jurnal
-
Artikel yang disusun oleh penulis
-
Artikel yang disusun oleh lembaga
-
Kelompok makalah yang diresentasikan dalam
seminar / konferensi / symposium
3) Kelompok
disertasi / tesis
4) Kelompok makalah
/ informasi dari Internet
c. Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Dalam penulisan
daftar pustaka kita juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
-
Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan
alfabet, berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa menggunakan angka arab
(1,2,3, dan seterusnya).
-
Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
·
Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian
belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama
depan)
·
Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun
terbit diberi tanda titik (.)
·
Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah
atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik (.).
·
Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya.
Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit
diberi tanda titik
·
Apabila digunakan dua sumber pustaka atau
lebih yang sama pengarangnya, maka sumber dirilis dari buku yang lebih dahulu
terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di antara kedua sumber pustaka itu
dibutuhkan tanda garis panjang.
-
Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal
dari internet, yaitu :
1)
Nama Pengarang
2)
Tanggal revisi terakhir
3)
Judul Makalah
4)
Media yang memuat
5)
URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file
6)
Tanggal akses.
d. Contoh Daftar Pustaka
Abdurrahman El ‘Aishiy, Al-Hikam
Ibn ‘Athaillah untuk Semua: Menemukan Kesadaran dan Pelita Hidup dari Nasihat
Ibn ‘Athaillah, Jakarta: Hikmah, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar