About me :)
About this blog
Blog ini memberi informasi ataupun berita mengenai pendidikan, hiburan, tips, cerita ataupun curahan hati saya
Blog List
Rabu, 15 Maret 2017
CARA MENENTUKAN
PRIORITAS
MASALAH
(TEKNIK
NON SKORING)
Dalam
pelaksanaan kegiatan organisasi kita tidak terlepas dari pentingnya sebuah
perencanaan. Salah satu aspek perncanaan sebagai langkah yang pertama adalah menentukan
prioritas masalah (problem priority). Kita sering sudah dapat
menjaring beberapa data yang merupakan temuan permasalahan yang dihadapi di
lapangan, tetapi kita terbentur pada masalah keterbatasan ketersediaan sumber
daya, keterbatasan, biaya, dan keterbatasan waktu. Sehingga kita perlu berpikir
menentukan masalah mana yang akan kita selesaikan terlebih dahulu. Ada beberapa
cara dalam menentukan prioritas masalah, secara garis besar dibagi 2 yaitu
Teknik Non Skoring dan Teknik Skoring.
Teknik
Non Skoring yaitu teknik yang digunakan apabila dalam penggalian data kita
tidak tersedia data kuantitatif (data berbentuk angka) yang lengkap dan cukup atau
dengan kata lain data yang tersedia adalah data kualitatif (data yang berasal
dari jajak pendapat peserta). Teknik Non Skoring terbagi dua, yaitu :
1.
Teknik
Delphi
- Pengertian Teknik Delphi
Teknik Delphi adalah cara mendapatkan
informasi, membuat keputusan, menentukan indikator, parameter dan lain-lain
yang reliabel dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang
ahli di bidangnya, yaitu dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh ekpertis
atau praktisi yang kompeten di bidang yang akan diteliti, kemudian hasil
kuesioner ini direview oleh pihak fasilitator atau peneliti untuk
dibuat summary, dikelompok-kelompokkan, diklasifikasikan dan kemudian
dikembalikan pada ekspertis dan praktisi yang sama untuk direview, direvisi dan
begitu seterusnya dalam beberapa tahap yang berulang.
Jadi dapat disimpulkan Delphin Technique yaitu
penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok
orang yang sama keahliannya. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui
pertemuan khusus. Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk
mengemukakan beberapa masalah pokok, masalah yang paling banyak dikemukakan
adalah prioritas masalah yang dicari.
- Sejarah Metode Delphi
Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan
asosiasinya di Rand Corporation, California pada tahun 1960-an. Metode Delphi
merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi komunikasi suatu grup
sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang
kompleks.
- Pendekatan Dalam Metode Delphi
Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda
yaitu : Pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan
bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Sebuah grup kerja yang
terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat
keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, evaluasi
pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Grup staf dipimpin
oleh kordinator yang harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode
Delphi serta mengenal problem area. Tugas staf kordinator adalah mengontrol
staf dalam pengetikan. Mailing kuesioner, membagi dan proses hasil
serta pernjadwalan pertemuan. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah
dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner.
- Langkah- Langkah Metode Delphi
Langkah-langkah
yang dilakukan dalam teknik ini adalah (Dermawan, 2004):
1. Para
pembuat keputusan melalui proses Delphi dengan identifikasi isu dan masalah
pokok yang hendak diselesaikan.
2. Kemudian
kuesioner dibuat dan para peserta teknik Delphi, para ahli, mulai dipilih.
3. Kuesioner
yang telah dibuat dikirim kepada para ahli, baik didalam maupun luar
organisasi, yang di anggap mengetahui dan menguasai dengan baik permasalahan
yang dihadapi.
4. Para
ahli diminta untuk mengisi kuesioner yang dikirim, menghasilkan ide dan
alternatif solusi penyelesaian masalah, serta mengirimkan kembali kuesioner
kepada pemimpin kelompok, para pembuat keputusan akhir.
5. Sebuah
tim khusus dibentuk merangkum seluruh respon yang muncul dan mengirimkan
kembali hasil rangkuman kepada partisipasi teknik ini.
6. Pada
tahap ini, partisipan diminta untuk menelaah ulang hasil rangkuman,
menetapkan skala prioritas atau memperingkat alternatif solusi yang dianggap
terbaik dan mengembalikan seluruh hasil rangkuman beserta masukan terakhir
dalam periode waktu tertentu.
7. Proses
ini kembali diulang sampai para pembuat keputusan telah mendapatkan informasi
yang dibutuhkan guna mencapai kesepakatan untuk menentukan satu alternatif
solusi atau tindakan terbaik.
Sedangkan menurut Mansoer (1989:72) Ciri khas
langkah-langkah proses teknik Delphi adalah sebagai berikut:
1. Masalah
diidentifikasikan dan melalui seperangkat pertanyaan yang disusun cermat
anggota kelompok diminta menyampaikan kesimpulan-kesimpulannya yang potensial.
2. Kuesioner
pertama diisi oleh anggota secara terpisah dan bebas tanpa mencantumkan nama.
3. Hasil
kuesioner pertama dihimpun, dicatat dan diperbanyak dipusat (sekretariat
kelompok).
4. Setiap
anggota dikirimi tembusan hasil rekaman.
5. Setelah
meninjau hasil, para anggota ditanyai lagi tentang kesimpulan-kesimpulan
mereka. Hasil yang baru biasanya menggugah para anggota untuk memberi
kesimpulan baru, malah ada kalanya mereka mengubah sama sekali kesimpulan
pertama mereka
6. Langkah
ke-4 dan ke-5 ini diulangi sesering ia diperlukan,sampai tercapai satu
konsensus.
Langkah-langkah secara
umum metode Delphi dalam 9 langkah mudah :
a. Tentukan
periode waktu
b. Tentukan
jumlah putaran pengambilan pendapat
c. Tentukan
apa saja yang akan didefineTentukan ahlinya
d. Tentukan
input apa yang akan diharapkan dari mereka
e. Review
literatur oleh para ahli tersebut (kriteria dan tujuan)
f. Pelaksanaan
sesi diskusi dan feedback iteratif bersama ekspertis
g. Perumusan
hasil dari sesi diskusi dengan pengelompokan, pengkategorian, ataupun
pemeringkatan
h. Menyepakati
hasil diskusi dan feedback
- Kelebihan Metode Delphi
1. Hasil
berdasarkan dari para ahli.
2. Anonimitas
dan isolasi memungkinkan kebebasan yang maksimal dari aspek-aspek negative dari
interaksi sosial.
3. Opini
yang diungkapkan para ahli luas, karena dari pendapat masing-masing ahli.
- Kekurangan Metode Delphi
1. Biaya
yang besar untuk mengundang para ahli.
2. Hasil
berdasarkan anggapan-anggapan (asumsi).
3. Tidak
semua hasil berjalan sesuai prediksi.
4. Memakan
waktu yang lama.
Dengan metode seperti ini, partisipan yang meliputi
ekspertis dan praktisi dapat memberikan pendapat dan opini dengan bebas dan
objektif, tanpa takut disalahkan, bahkan dapat merevisi pendapat mereka yang
sebelumnya. Sehingga hasil diskusi yang diperoleh dapat bersifat sereliabel
mungkin.
- Contoh Menentukan Prioritas Masalah dengan Teknik Delphi
Nama Metode Delphi memang sophisticated (udah
bayangin bahasa pemrograman aja), tapi sebenernya ide metode ini sudah ada
sejak tahun 1970-an. Yang berbeda, mungkin media yang digunakan. Pengambilan
input, review, diskusi dan sebagainya dapat dilakukan dengan pertemuan tatap
muka, via telepon, e-mail, sampai dengan e-meeting.
Metode ini dilakukan melalui kesepakatan sekelompok
orang yang sama keahliannya untuk masalah yang sedang dibicarakan dengan
langkah-langlah:
1) Tentukan
kriteria yang akan digunakan untuk menilai permasalahan, contohnya:
a) Luasnya
masalah
b) Kegawatan
masalah
c) Besarnya
masalah
d) Kecendrungan
meningkat
2) Menentukan
bobot masing-masing kriteria, contoh:
a) Luasnya
masalah (A) bobot 6
b) Kegawatan
masalah (B) bobot 9
c) Besarnya
masalah (C) bobot 8
d) Kecendrungan
meningkat (D) bobot 5
3) Menentukan
skala nilai untuk kriteria, misalnya 1-10
4) Menentukan
prioritas masalah
|
Kriteria
Masalah
|
A
Bobot 6
|
B
Bobot 9
|
C
Bobot 8
|
D
Bobot 5
|
Jumlah
|
Prioritas
|
|
PUS tidak menjadi aksepto
|
3x6
|
2x9
|
3x8
|
4x5
|
80
|
III
|
|
Ibu hamil kurang gizi
|
6x6
|
3x9
|
4x8
|
9x5
|
140
|
I
|
|
Balita tidak ditimbang
|
4x6
|
5x9
|
2x9
|
5x5
|
110
|
II
|
2.
Teknik
Delbecq
- Pengertian Teknik Delbecq
Menetapkan prioritas
masalah menggunakan teknik
ini adalah melalui diskusi kelompok namun peserta
diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya maka sebelumnya
dijelaskan dahulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama terhadap
masalah-masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah
yang disepakati bersama.
- Langkah – Langkah Teknik Delbecq
1)
Peringkat
masalah ditentukan oleh sekelompok orang yang berjumlah antara 6 sampai 8 orang atau lebih;
2)
Mula-mula
dituliskan pada white board masalah apa yang akan ditentukan peringkat prioritasnya;
3)
Kemudian
masing-masing orang tersebut menuliskan peringkat atau urutan prioritas untuk setiap masalah yang akan ditentukan
prioritasnya,
4)
Penulisan
tersebut dilakukan secara tertutup;
5)
Kemudian kertas
dari masing-masing orang
dikumpulkan dan hasilnya dituliskan
di belakang setiap masalah;
6)
Nilai peringkat
untuk setiap masalah dijumlahkan, jumlah paling besar berarti mendapat peringkat tinggi (prioritas tinggi).
- Kelebihan Teknik Delbecq
Keuntungan menggunakan
metode Delbecq :
1)
Banyak ide yang
dihasilkan. Setiap peserta yang mengikuti diberi kesempatan untuk menuliskan
idenya dalam kertas. Hal itu membuat ide yang dihasilkan akan semakin banyak
daripada peserta mengemukakan secara langsung.
2)
Berguna untuk
mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi solusi dan menetapkan prioritas. 5
rangkaian metode ini bermanfaat untuk mengidentifikasi semua masalah yang ada.
Setiap peserta akan menyampaikan setiap masalah yang mereka hadapi dalam
secarik kertas. Berdasdarkan hasil tersebut dapat dilakukan identifikasi
masalah yang ada. Selanjutnya peserta dapat diintruksikan untuk menulis solusi
yang mungkin dapat dilakukan untuk masalah yang ada sesuai dengan pendapatnya
sendiri. Lau menetapkan suatu prioritas melalui kesepakatan bersama. Prioritas
yang dihasilkan akan dapat mencerminkan apa yang benar terjadi dalam
masyarakat.
3)
Mendorong semua
orang untuk berkontribusi dan mencegah orang dari mendominasi diskusi. Setiap
peserta diberikan porsi yang sama, sehingga tidak ada pihak ynag mendominasi
dalam kegiatan ini.
4)
Menganggap
setiap peserta adalah sama.
5)
Melibatkan
setiap anggota kelompok dalam proses pengambilan keputusan.
6)
Setiap orang yang
berbeda menunjukkan berbagai perspektif dan prioritas yang berbeda. Setiap
peserta yang terlibat mempunyai latar belakang yang berbeda beda, baik dari
segi pendidikan, ekonomi maupun sosial dan budaya. Perbedaan latar belakang
membuat pola pikir dan presepsi setiap orang berbeda. Hal inilah yang akan
dapat memperkaya maslah yang muncul maupun solusi yang ditawarkan.
7)
Melibatkan
setiap peserta untuk menulis setiap gagasan yang mereka miliki.
8)
Membutuhkan
hanya satu fasilitator terampil. Dalam metode ini hanya membutuhkan satu orang
yang memipin diskusi sekaligus memberikan instruksi. Fasilitator
bertanggungjawab atas keberlangsungan kegiatan.
- Kelemahan Teknik Delbecq
1) Mengasumsikan setiap peserta bisa membaca dan
menulis
Asumsi setiap peserta bisa membaca dan menulis
bukanlah suatu keputusan yang tepat. Setiap orang mempunyai latar belakang
pendidikan yang berbeda, apalagi jika Delbecq dilakukan di masyarakat desa.
2) Anggota kelompok harus membuat diri mereka tersedia
untuk waktu yang diperlukan. Delbecq dengan mekanisme yang sudah ditentukan
membutuhkan waktu yang relatif lama.
3) Ide-ide dapat sakit informasi atau tidak praktis
Setiap peserta harus mempunyai ide yang realistis dengan kondisi disekitar
mereka. Terkadang muncul berbagai ide yang bagus tapi tidak realistis untuk diterapkan
dilingkungan mereka.
4) Tidak semua peserta akan menerima apa yang menjadi
kesepakatan dalam metode Delbecq.
- Contoh Menentukan Prioritas Masalah dengan Metode Delbecq
1) Identifikasi
masalah yang ada (misalnya ada 3 masalah)
2) Bagi
peserta menjadi beberapa kelompok (4-5 orang). Setiap kelompok berdiskusi untuk
memberikan skor pada tiap masalah dengan skor tertinggi 10 dan terendah 1.
Pemberian skor tinggi atau rendah tentunya mengacu pada kriteria seperti:
perhatian masyarakat, prevalensi kejadian, berat ringannya masalah, kemungkinan
masalah untuk diatasi, ketersediaan sumber daya masyarakat, dan lain-lain.
Contoh pemberian skor:
Kelompok 1
|
No
|
Masalah
|
Skor
|
|
1
|
Risiko terjadinya penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi pada balita
|
5
|
|
2
|
Risiko timbulnya penyakit menular
|
6
|
|
3
|
Tingginya angka kejadian neonatal
|
8
|
Kumpulkan hasil penentuan skor tersebut, masukkan
dalam tabel perhitungan sebagai berikut :
Hasil
Penentuan Prioritas Masalah
|
Masalah
|
Kelompok
|
Jumlah
Skor
|
Prioritas
Masalah
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
|
Risiko terjadinya penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi pada balita
|
5
|
5
|
8
|
7
|
8
|
33
|
II
|
|
Risiko timbulnya penyakit menular
|
6
|
4
|
7
|
6
|
5
|
28
|
III
|
|
Risiko terjadinya penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi pada balita
|
8
|
6
|
10
|
8
|
7
|
39
|
I
|
Setelah diketahui urutan prioritas masalah maka
pemecahan masalahnya mengikuti urutan tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)
